Rumah Sakit PHC Surabaya



Sejarah PHC
Pada awalnya Rumah Sakit Pelabuhan Surabaya (RSPS) bernama Port Health Center (PHC).
Bermula dari penggabungan beberapa Unit Pelayanan Kesehatan Pelabuhan pada Tahun 1966, yang melayani pegawai dan keluarga pegawai PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia III.
Kemudian pada tanggal 19 Februari 1970, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Frans Seda meresmikan pengembangan pelayanannya meliputi masyarakat umum.
Dalam perjalanannya nama Port Health Center diubah Rumah Sakit Pelabuhan Tanjung Perak, dan pada akhirnya, tanggal 1 September 1999 resmi menjadi anak perusahaan PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia III dengan nama Rumah Sakit Pelabuhan Surabaya (RSPS).
Karena lebih dikenal sebagai PHC, mka pada tanggal 22 Februari 2006, RS Pelabuhan Surabaya diubah menjadi RS PHC Surabaya.

Motto PHC
FACE With Smile (Fast, Accurate, Convinient, Effective-efficient, with Smile)

Visi PHC
TO BE A FIRST CLASS HOSPITAL IN HEALTH SERVICES

Misi PHC
1. Memberikan pelayanan kesehatan bermutu tinggi.
2. Menerapkan budaya kerja yang berorientasi kepada pelanggan.
3. Meningkatkan kinerja profitabilitas perusahaan.

Filosofi
Di pintu masuk RS PHC Surabaya akan dapat ditemui sebuah instalasi tujuh lempengan besi yang diatur dengan posisi yang berbeda-beda, dari posisi horisontal ke posisi vertikal.
Instalasi ini menggambarkan sejarah perkembangan RS PHC Surabaya yang diharapkan tujuh tahun semenjak menjadi anak perusahaan PT (Persero) Pelabuhan III, mampu mandiri, lebih cepat berkembang dan memenangkan persaingan dalam bisnis perumahsakitan.


Contact Us :
Eva Musdalifah
Rumah Sakit PHC Surabaya
Jl. Prapat Kurung Selatan No. 1, Tanjung Perak Surabaya 60165
Telp : (031) 3294801 - 3
Fax : (031) 3294804
UGD 24 Jam : (031) 3294118]
Email : marketing@rsps.co.id

our related links :
Other Therapies / Terapi Lain

RSK St.Vincentius a Paulo Surabaya

RSK St.Vincentius a Paulo Surabaya

Bermula pada "cita-cita dan kebutuhan". Demikianlah, cita-cita dan kebutuhan yang muncul di tahun 1918 ini mengobarkan semangat dan tekad untuk mengadakan sebuah Rumah Sakit Katolik di Surabaya. Pada tanggal 01 Oktober 1919, Sang Penggerak yakni Apostolic Perfek Surabaya Mgr. Fleerackers SJ, menanda-tangani persetujuan jual beli 2 persil tanah di daerah Reiniers Boulevard (sekarang dikenal dengan nama Jalan Diponegoro) oleh Roomsch Kerk en Armbestuur (Badan Pengurus Gereja) Surabaya dan pemilik tanah R.P. van Alpen. Perjanjian jual beli ini memuat syarat penting yang isinya :
1. Persil-persil tersebut hanya boleh digunakan untuk pendirian Rumah Sakit dan rumah untuk biarawati.
2. Jika dalam waktu 3 bulan pembangunan tidak dimulai dengan sungguh-sungguh, maka persil-persil tersebut harus dikembalikan dan uang akan dikembalikan pula tanpa bunga.

Itulah cikal-bakal Rumah Sakit Katolik St. Vincentius A Paulo - Surabaya (RSK).

Untuk mendukung proses realisasi itu, pada tanggal 9 September 1920 dibentuk suatu Perkumpulan bernama St.Vincentius a Paulo, yang secara resmi tertulis: "Roomsch Katholiek Ziekenhuis te Surabaya Vereeneging (RKZV). Karena situasi politik, Perkumpulan ini sulit untuk mendukung pendirian Rumah Sakit Katolik tersebut, maka ia memberi kelonggaran dengan merevisi perjanjian, yang memperlunak sanksi dalam perjanjian ini. Tahun 1923, Romo-romo Jesuit (SJ) digantikan oleh Romo-romo Lazaris (CM) maka kepanitiaan pembangunan berpindah tangan kepada Rm. de Backere, CM. Pada tahun 1924 pemerintah menutup semua klinik dokter yang ada di Surabaya Roomsch Katholiek Ziekenhuis te Surabaya Vereeniging (RKZV, yaitu suatu Panitia pendirian Rumah Sakit Katolik di Surabaya) memanfaatkan situasi dengan menyewa sebuah bangunan untuk mewujudkan berdirinya suatu Rumah Sakit. Bangunan bekas klinik Dr. De Kock di jalan Oendaan Koelon no. 31 Surabaya tersebut dijadikan rumah sakit dengan kapasitas 35 tempat tidur. Bangunan sudah ada, namun penyelenggaranya belum ada. Pada tanggal 03 Mei 1925, enam orang biarawati Suster Misi Abdi Roh Kudus (SSpS = Serva Spiritus Sancti) yang pertama tiba di Surabaya dari Biara Pusatnya di Steyl - Belanda. Enam biarawati itu adalah :
1. Sr.Jezualda, SSpS
2. Sr.Manetta, SSpS
3. Sr.Sponsaria, SSpS
4. Sr.Stephaniana, SSpS
5. Sr.Aldegonda, SSpS
6. Sr.Felicina,SSpS
Tanggal 03 Mei 1925 ditetapkan sebagai berdirinya Rumah Sakit Katolik. Tiba dengan kereta api ekspress di stasiun Gubeng Surabaya dari Batavia setelah menempuh perjalanan berbulan-bulan dengan kapal laut dari Belanda. Tanpa memperhatikan keletihan, hari itu juga para Suster sudah mulai bertugas termasuk juga jaga malam, karena 2 (dua) pasien telah menanti. Pembukaan resmi RKZ baru dilakukan pada tanggal 20 Juni 1925. Dengan makin meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan, rumah Sakit kecil itu makin kurang memadai. Pembangunan rumah-sakit baru makin dirasa mendesak, tetapi di lain pihak RKZV selaku penanggung-jawabnya mengalami kesulitan terutama berkaitan dengan dana. Tak ada jalan lain yang lebih baik kecuali menawarkan kepada para suster SSpS untuk meneruskan misi pendirian rumah sakit itu. Pada tanggal 18 April 1933, berdirilah Yayasan Arnoldus dengan Sr. Jezualda Donkers SSpS sebagai ketua, Sr. Nivita Lintz SSpS sebagai sekretaris, dan Sr. Aldegonda Everts SSpS sebagai bendahara. Dan pada tanggal 11 Oktober 1933 pukul 16.00 di atas tanah Reiniers Boulevard 136 (sekarang Jl. Diponegoro no. 51), dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan sebuah Rumah Sakit Katolik oleh Pastor van Hall. Selesainya pembangunan tahap pertama dengan kapasitas 50 tempat tidur dalam 4 paviliun ditandai dengan pemberkatan dan peresmian oleh Mgr. Th. De Backere CM pada tanggal 28 Oktober 1034. Kemudian, pasien-pasien dari Rumah Sakit Katolik di jl. Oendaan Koelon diboyong ke tempat perawatan baru itu. Pembangunan tidak terhenti meskipun untuk pendanaannya diperlukan perjuangan keras, di antaranya melalui penjualan obligasi. Tahun 1942 ketika kapasitas sudah mencapai 96 tempat tidur, terjadilah musibah. Tentara Jepang mengambil alih Rumah Sakit Katolik dan para suster ditawan. Setelah Jepang menyerah kalah perang, dijadikan Rumah Sakit Umum. Syukurlah, pada akhirnya di tahun 1948 Rumah Sakit dikembalikan kepada para Suster SSpS yang memulai dari awal lagi, dan mulailah para suster menata serta memperbaiki kembali fasilitas yang ada di Rumah Sakit. Berjalan bersama bergulirnya waktu, senantiasa diupayakan pembangunan dan penambahan fasilitas serta peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia, sebagai komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan professional, seiring perkembangan dan kemajuan pelayanan kesehatan. Demikianlah, terus menerus, Rumah Sakit Katolik St.Vincentius a Paulo makin mempercantik diri, untuk semakin pantas menjadi Rumah Sakit Pilihan, bagi mereka yang mendambakan kesehatan jiwa-raga, lewat sentuhan kasih yang memberi hidup.

Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan



Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan adalah sebuah rumah sakit di Jl. Kapasari No. 97 Surabaya 031-5321256 Surabaya, Indonesia. Rumah sakit ini didirikan oleh Soe Swie Tiong Hwa Ie Wan yang didirikan tanggal 27 November 1927 dengan ketua pengurus pertama dr. Oei Kiauw Pik. Asal mulanya adalah sebuah klinik yang berada di Jalan Kembang Jepun 21-23, lalu tahun 1931 berpindah ke Jalan Kenjeran 45 dengan rawat inap untuk 12 tempat tidur. Tahun 1936-1937 didirikan Tiong Hwa Ie Wan dengan kapasitas 20 tempat tidur di jalan Kapasari 99-101. Perkembangan terus terjadi dan di bulan September 1945 dibuka Tiong Hwa Ie Wan di Jalan Undaan Wetan 40-44 Surabaya dengan direktur Dr M.Y. Probohusodo (Phwa Biauw Hiang). Tanggal 10 November 1945 RS Tiong Hwa Ie Wan rusak dan baru berfungsi kembali tahun 1947. Tahun 1949 kapasitas rumah sakit ditingkatkan untuk rawat inap menjadi 60 tempat tidur dan disertai kamar operasi dan ruang bersalin.

Tanggal 16 Juli 1975 nama Soe Swie Tiong Hwa Ie Wan berubah menjadi Perkumpulan Adi Husada dan logo Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan juga berubah.

Arti tulisan dalam bahasa Sansekerta didalam logo tersebut adalah SAMAPTA = 7; ASUNG = 2; TRUSING = 9; WALUYA = 1 Arti kata "suryasangkala" (kata yang bermakna angka tahun) adalah bahwa "Rumah Sakit Adi Husada siap memberikan kelangsungan kesembuhan." Perlambang yang tertera dalam logo adalah sebagai berikut :

1. "Samapta" dilambangkan daun lotus emas 7 lembar. 2. "Asung" dilambangkan 2 tangan berwarna putih 3. "Trusing" dilambangkan lingkaran merah dan pinggiran emas. 4. "Waluya" dilambangkan dengan palang hijau lambang rumah sakit.


Rumah Sakit Darmo


Rumah Sakit Darmo adalah sebuah gedung di Surabaya, Jawa Timur yang dahulu dipakai Jepang sebagai Kamp Interniran Anak-anak dan Wanita. Setelah pasukan Sekutu datang, kamp ini diambil alih Let. Kol. Rendall. Pada tanggal 27 Oktober 1945 gedung ini menjadi pusat pertahanan pasukan Brigjen Mallaby.Rumah sakit ini terletak di Jl. Raya Darmo No.90 Surabaya dengan nomor telepon 031-5676253


Rumah Sakit Dr. Soetomo



Jl Mayjen Prof Dr Moestopo 6-8


Rumah Sakit Siloam


Siloam Hospitals Surabaya adalah suatu rumah sakit swasta besar yang terletak di kota pelabuhan Surabaya , Jawa Timur dan memenuhi kebutuhan akan dokter umum dan dokter spesialis untuk suatu rumah sakit utama di kota besar. Rumah sakit ini memiliki 160 bed dan didukung oleh 210 dokter spesialis serta 184 perawat. Rumah sakit ini beralamatkan di Jl. Raya Gubenq No. 70 Surabaya 031-5031333

Pusat Keunggulan Surabaya adalah dalam bidang Fertilitas dan telah dikenal dengan keahliannya dalam Assisted Reproductive Technology. Hingga hari ini, pusat ini telah menangani 1,748 kasus inseminasi buatan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.

Kami memenuhi kebutuhan rawat inap dan rawat jalan pasien, dan kami memiliki Piagam Hak-Hak Pasien (Charter of Patients' Rights) yang disusun berdasarkan pengalaman kami dan perawatan para dokter ahli, dan kami terus menerima sejumlah besar pasien yang telah merasakan keuntungan dari pelayanan pasien tingkat internasional.

Rumah Sakit Mitra Keluarga


Menjadi Rumah Sakit yang memberikan pelayanan kesehatan terbaik, berkualitas, profesional, dan penuh kasih sayang kepada pasien serta keluarga







Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya
Alamat
: Jl. Satelit Indah 2 Darmo Satelit
Telp
: (031) 7345333, (031) 7345111
Fax
: (031) 734595
e_mail
: surabaya@mitrakeluarga.com